LONDEN GIGIH

Selamat datang di blog saya yang sederhana ini,hanya kesederhanaan yang saya punya dan hanya keiklhasan yang saya bisa berikan. SALAM G.I.G.I.H...!!!

LONDEN GIGIH

Tidak ada rahasia menuju kesuksesan , kesuksesan adalah hasil dari persiapan, kerja keras, belajar dari kegagalan. SALAM G.I.G.I.H...!!!

LONDEN GIGIH

Menjadi kaya itu penting, karena lebih banyak yang bisa dilakukan dalam kehidupan. Tapi menjadi bahagia lebih penting lagi, karena dengan bahagia kekayaan materi jadi lebih berguna. SALAM G.I.G.I.H...!!!

LONDEN GIGIH

Saya mengukur kesuksesan saya melalui seberapa baiknya saya memotivasi orang agar menggunakan potensi mereka sepenuhnya. SALAM G.I.G.I.H...!!!

LONDEN GIGIH

Hanya melalui persoalan maka kita dapat bertumbuh secara mental dan spiritual. Melalui rasa pedih saat menghadapi dan menyelesaikan masalah kita dapat belajar. SALAM G.I.G.I.H...!!!

Selasa, 30 Agustus 2011

Orang Pintar VS Orang Bodoh



Terlalu Banyak Ide
Orang ‘Pintar’ biasanya banyak ide, bahkan mungkin terlalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang ‘bodoh’ mungkin hanya punya satu ide dan  satu ide itulah yang menjadi pilhan utamanya.

Miskin Keberanian Untuk memulai
Orang ‘bodoh’ biasanya lebih berani dibanding orang ‘pintar’, kenapa? Karena orang bodoh sering tidak berfikir panjang atau tidak banyak pertimbangan. Dia nothing tulus. Sebaliknya, orang ‘pintar’ terlalu banyak pertimbangan. Kapan memulainya?



Terlalu Pandai Menganalisa
Sebagian besar orang pintar’ sangat pintar menganalisis. Setiap satu ide bisnis, dianalisis dengan sangat lengkap, mulai dari modal, untung rugi sampai Break Event Point. Orang ‘bodoh’ tidak pandai menganalisa sehingga lebih cepat memulai berbisnis.

Tidak Berani Mimpi Besar
Orang ‘pintar’ berlogika sehingga bermimpi sesuatu yang secara logika bisa dicapai. Orang ‘bodoh’ tidak perduli dengan logika, yang penting dia bermimpi sesuatu. Sangat besar, bahkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai menurut orang lain.

Bisnis Butuh Pendidikan Tinggi
Orang ‘pintar’ menganggap, untuk berbisnis perlu tingkat pendidikan tertentu. Orang ‘bodoh’ berpikir, diapun bisa berbisnis.

Berfikir Negatif Sebelum memulai
Orang /pintar’ yang hebat dalam analisis sangat mungkin berfikir negatif tentang sebuah bisnis, karena informasi yang berhasil dikumpulkannya sangat banyak. Sedangkan orang ‘bodoh’ tidak sempat berfikir negatif karena harus segera berbisnis.

Maunya dikerjakan Sendirian
Orang ‘pintar’ berfikir aku pasti bisa mengerjakan semuanya, sedangkan orang ‘bodoh’ menganggap dirinya punya banyak keterbatasan, sehingga harus dibantu orang lain..

Miskin Pengetahuan Pemasaran dan Penjualan
Orang ‘pintar’ menganggap sudah mengetahui banyak hal, tapi seringkali melupakan penjualan. Orang ‘bodoh’ berfikir simple yang penting produknya terjual.

Tidak Fokus
Orang ‘pintar sering menganggap remeh kata fokus. Buat dia, melakukan banyak hal lebih mengasyikkan. Sementara orang ‘bodoh’ tidak punya kegiatan lain kecuali fokus pada bisnisnya.


Tidak Peduli Konsumen
Orang ‘pintar’ sering terlalu pede dengan kehebatannya. Dia merasa semuanya sudah oke berkat kepintarannya sehingga mengabaikan suara konsumen. Orang ‘bodoh’? Dia tahu konsumen seringkali lebih pintar darinya.

Abaikan Kualitas
Orang ‘bodoh’ kadang-kadang saja mengabaikan kualitas karena memang tidak tahu, maka tinggal diberi tahu bahwa mengabaikan kualitas keliru. Sedangkan orang ‘ pintar’ sering mengabaikan kualitas karena sok tahu.

Tidak Tuntas
Orang ‘pintar’ dengan mudah beralih dari satu bisnis ke bisnis yang lain karena punya banyak kemampuan dan peluang. Orang ‘bodoh’ mau tidak mau harus menuntaskan satu bisnisnya saja.

Tidak Tahu Prioritas
Orang ‘pintar’ sering sok tahu dengan mengerjakan dan memutuskan banyak hal dalm waktu sekaligus, sehingga prioritas terabaikan. Orang ‘bodoh’? Yang paling mengancam bisnisnyalah yang akan dijadikan prioritasnya.

Mudah Menyerah
Orang ‘pintar’ merasa gengsi ketika gagal disuatu bidang sehingga langsung beralih kebidang lain ketika menghadapi hambatan. Orang ‘bodoh’ seringkali tidak punya pilihan kecuali mengalahkan hambatan tersebut.

ETOS  KERJA
Kesuksesan seseorang diberbagai bidang harus dilandasi oleh kemampuan diri membuka potensi kemanusiaan yang ada dalam diri kita melalui pemahaman Etos Kerja yang meliputi :
1.    Bakti serta teguh kepada Tuhan Yang Maha Esa
2.    Mengasihi sesama umat manusia apapun derajat dan kedudukannya.
3.    Bersikap mental positif
4.    Bekerja keras bagian dari ibadah kita kepada Tuhan
5.    Bidang Pemasaran adalah pekerjaan yang sangat terhormat dan mulia
Bagaiman pelaksanaan Etos kerja itu sendiri ditengah masyarakat? Maka lakukanlah 3 hal yaitu :
  1. Apakah didalam diri kita ini sudah memiliki kemauan, visi yang kuat dan keyakinan untuk sukses (Punya tanggung jawab diri sendiri)
  2. Pemahaman yang mendalam tentang produk knowledge,company profile, dan system marketing plan
  3. Pemahaman tentang sifat-sifat umum manusia

Visi dan Misi Londen Gigih



VISI

 Seorang motivator I Nyoman Londen adalah salah satu yang bisa memberikan inspirasi kepada semua orang yang mendengar ataupun membaca karangan –karangan bukunya

MISI
Mengingat bahwa entrepeneur di Indonesia sangat kurang, maka lewat seorang I Nyoman Londen yang  akan menyebarkan Entrepeneur  atau kewirausahaan khususnya di Indonesia agar segera Bangsa Indonesia tinggal landas dari keterpurukan melalui  seminar-seminar dan workshop.

Doa Ibu Untuk Sang Putra Kelana

Pasang surut gelombang kehidupan keluarga, telah saya alami sejak balita. Saya anak ke-3 dari 7 bersaudara yang lahir di Batur Kintamani 06 September 1963. Disaat saya masih membutuhkan dekapa kasih seorang ayah di usia 5 tahun, ayah meninggal dalam suatu kecelakaan lalu lintas. Ia meninggal terbakar ketika memperbaiki truknya yang mogok di jalan. Ketika itu, ayah berusaha memperbaiki karburator mesin dengan cara ’memancing’ menuangkan bensin kedalamnya. Namun naas, bensin tersebut justru menyemburkan api keluar mengenai ayah dan langsung melumat seluruh tubuhnya dengan ganas. Saat itu Ayah mengenakan Jaket Kulit sehingga api mudah menyambar dan membuatnya jatuh terguling-guling. Begitu memilukan.

Keluarga, terutama Ibu tidak hanya merasa perih dan pilu menghadapi Takdir Dewata ini. Ibu mengalami tekanan batin yang begitu kuat atas kepergian Ayah. Ia tidak percaya Ayah telah tiada. Pada akhirnya Ibu sering bepergian untuk menghilangkan rasa galau, gundah dan gelisah yang terus berkecamuk dalam jiwanya.

Sementara kami, anak-anaknyapun hanya diam terpaku menghadapi badai kehidupan ini. Saya kerap menyaksikan jutaan tetes airmata ibu yang jatuh di pangkuannya mengiringi kepergian Ayah. Tangannya pun terus menengadah memanjatkan doa untuk belahan hatinya yang telah pergi selamanya. Tuhan tempatkan Ayah kami di sisiMU yang terbaik.

Kehidupan keluarga kamipun memasuki lembaran baru. Terbentang suatu titian hidup yang sarat mengandung kerikil dan gelombang tajam. Betapa tidak? Harta atau materi yang terkumpul dari tetesan keringat ayah sirna begitu cepat guna membiayai kehidupan kami sehari-hari.

Belum kering air mata dan keringat keluarga, kembali badai menghembus kencang. Rumah kami satu-satunya, peninggalan ayah, digusur untuk pembangunan jalan pasar kintamani. Itulah ujian iman yang tak bisa dihindari.

Dengan tertatih-tatih kami pindah ke suatu gubuk yang berada di sebelah kantor koramil kintamani. Pengab, panas dan sempit, begitulah suasana kediaman kami yang baru. Betapa perih dan pilu hati ini, namun itulah kepahitan hidup yang harus kami hadapi dengan ikhlas. Saya yakin ada ’ jalan Tuhan yang sudah dipersiapkan dikemudian hari.

Penjual Es Loli

Kerasnya gelombang hidup ini bukan berarti membekukan semangat saya meraih prestasi pendidikan. Menyadari ketidakmampuan keluarga, saya menjual es loli keliling untuk biaya sekolah. Disaat anak lain sebaya saya dengan riang bercanda dan bermain, sebaliknya saya harus bergelut dengan sang waktu mengais rejeki menantang panasnya mentari.

Ibu pun hanya bisa menatap sedih melihat tubuh kecil saya harus terpanggang matahari setiap hari. Saya tahu hati kecilnya pasti menjerit menyaksikan buah hatinya berpeluh keringat mencari rejeki untuk sekolah. Namun saya bersyukur memiliki ibu yang begitu kuat mejalani segala kepahitan yang ada.

Hampir setiap saat dari balik bibir Ibu bergulir doa untuk kami, anak-anaknya. Tuhan bukalah jalan hidup yang terbaik untuk kami sekeluarga. Meski saya sibuk berjualan tapi mampu meraih prestasi tertinggi di sekolah. Itulah kebesaran Tuhan yang hadir di tengah keluarga kami.

Kemiskinan bukan berarti menggerus keimanan keluarga, justru kami semakin taat beribadah. Bukankah disaat seorang umat ingin mendekatkan diri kepada Tuhan, maka disaat itulah kita harus siap menghadapi ujianNya?.

Kehidupan kami serba kekurangan, bahkan untuk pakaian sekolah pun saya hanya memiliki sepasang. Masih terbayang dalam ingatan ketika saya sering diejek teman-teman karena mengenakan celana sobek. Cercaan ini saya hanya menanggapinya dingin, tidak ada dendam atau amarah. Itulah kenyataan yang memang benar adanya.

Hati saya harus kuat meniti kerikil tajam kehidupan ini, yang saya tanamkan dalam sikap ini adalah bagaimana agar ibu bisa selalu tersenyum. Apapun akan saya lakukan asal hati ibu bahagia. Bintang tertinggi dalam kehidupan saya adalah ibu.

Kami berprinsip bahwa orang lain tidak boleh mengetahui hidup keluarga yang serba kekurangan. Walau tak jarang kami hanya memakan sayur labu karena tidak mampu membeli beras tapi tidak diketahui tetangga atau saudara.

Ditengah keluarga, kami menanamkan rasa kekompakan serta saling membantu demi membahagiakan orang tua. Secara tak langsung, rutinitas kehidupan kami yang terbiasa berdagang, justru menumbuhkan jiwa entrepreneur sejak usia anak.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun, titian kehidupan kami pun tak pernah berubah. Saya melewati masa remaja tetap mesti  kerja keras untuk menyelesaikan jenjang SMA. Menjelang sekolah saya berjualan bakpau keliling, uniknya banyak teman justru simpati atas kemandirian saya. Tak sedikit diantara mereka yang sengaja membeli bakpau dengan jumlah banyak.

Dibalik itu, ada juga teman wanita yang ingin ’dekat’ karena tertarik atas kemandirian saya. Tapi, saya tidak menanggapi mengingat dengan berpacaran dapat mempersempit ruang gerak untuk menopang kebutuhan keluarga. Buat apa pacaran? Begitu kata yang terucap dari relung hati yang begitu dalam.

Keprihatinan hidup yang kami alami, semakin menumbuhkan rasa sosiawan saya kepada mereka yang membutuhkan. Kendati saya susah, namun ada beberapa teman yang saya beri jalan keluar untuk mengatasi kesulitan hidupnya.

Pernah ada teman yang mengalami kesulitan keuangan untuk membayar sekolah. Saya membantu dengan memberikan sebagian dagangan untuk dijajakan di tempat lain. Sepersenpun saya tidak minta bagian atas jumlah keuntungan yang diperolehnya. Sebaliknya saya sangat senang berhasil membantu atasi kesulitannya.

Berkelana di Jakarta

Selulus SMA pada tahun 1984, saya berkelana ke Jakarta. Berbekal uang Rp. 200.000,- hasil pinjaman dari Pak Wayan, penjual nasi di terminal Ubung, saya bertekad menaklukkan Kota Metropolitan. Saya menumpang truk sampai daerah Pasar Minggu.

Meski di Jakarta ada keluarga, namun saya tidak mau merepotkannya. Saya bisa dibilang hidup menggelandang di kota ini, hidup di emperan toko dan kerja serabutan. Mulai dari tukang cuci mobil, kernet bus, sampai tukang kebun. Saya harus kuat dan pantang menyerah. Terlebih hampir tiap malam saya terngiang doa ibu untuk saya. Ibu teruskanlah tandahkan tanganmu panjat doa.

Selama di Jakarta, saya banyak mengenal kehidupan gelap. Namun saya tidak terjerumus kedalamnya karena dimanapun bumi saya injak tak boleh lepas dari ibadah. Saya akui, beratnya titian hidup di Jakarta masih lebih nikmat dibanding jadi orang miskin dikampung sendiri. Karena saya tidak banyak mengenal orang di Jakarta hingga terhindar dari bahan ejekan orang.

Suatu ketika saat jadi  kernet omprengan Cililitan-Pulogadung-Kampung Melayu pernah menjadi korban penodongan. Bukan hanya uang setoran yang amblas, juga jam  tangan. Akhirnya saya diwajibkan mengganti, resikonya adalah tidak memperoleh upah selama 3 hari.

Ada Tangan Tuhan

Disamping bebekal doa, terutama doa ibu, saya juga menanamkan 3(tiga) sikap dasar untuk memperoleh kesuksesan hidup di bidang apapun, yaitu : Kejujuran, Disiplin, dan Semangat Kerja. Paling tidak saya telah membuktikan melalui kesuksesan saya memperoleh pekerjaan tetap di beberapa pekerjaan. Antara lan : CV. Ganesa Exact Bandung dan PT. Wirabuana Intren(Aqua).
Gaji pertama saya langsung beli baju, membantu saudara dan Ibu di Bali.Bahkan saya mengganti uang Bapak Wayan yang dipinjamkan untuk bekal ke Jakarta begitulah kebahagiaan pertama yang bisa saya raih setelah terkukung kemiskinan hingga belasan tahun.

Sejak tahun 1986 sampai dengan tahun 1995 saya bekerja di dua perusahaan tersebut, selebihnya saya berwirausaha di berbagai bidang mulai dari berdagang, buka bengkel, production house, IBO ( independent Business Owner), penulis dan pengusaha kuliner.

Pengalaman panjang di bisnis dan manajemen, saya sosialisasikan keseluruh nusantara melalui penulisan beberapa judul buku : Modal Kecil Untung Besar, Virus Anti Gagal, ‘Bodoh’ Lebih Cepat Sukses,dan Percuma Berbisnis Kalau Keluarga Berantakan, Mengintip 17 Pengusaha Sukses Bermodal Tekad, Buku Buah Pikir I Nyoman Londen, dan segera Lounching buah karya tulisnya yang ke-7 berjudul “BBS ( Bangkrut, Bangkit, Sukses )”

Puisi Untuk Ibu



Ibuku Ibuku Ibuku

Ketika tubuh ini lunglai tanpa daya
Dua tangan halus mu membalutku
Dengan kehangatan cinta
Kau senandungkan aku dengan doa
Tuk merangkai impian hidup
dan disaat sang mentari mulai menatapi bumi
air matamu pun menyirami raga ini
mengalirkan gelora semangat
tuk menaklukkan dunia

ibu...berjuta tetes air susumu
yang membanjiri darahku
membuka rona jalan hidup ini penuh damai
cinta dan kasih hingga di penghujung usia ku
rangkaian doa yang telah kau bingkai di langit
memancarkan cahaya kemenangan
dalam relung batinku

Ibu...engkaulah matahariku
Ibu...engkaulah sumber Inspirasiku
Ibu...engkaulah pembangkit semangat hidupku
Ibu...engkaulah cahaya kalbuku
Dalam kehangatan doamu aku bersimpuh
Tuk menggapai kedamaian, kesejahteraan dan
Keabadian disisi Tuhanku

Ibu... kekuatan gaibmu telah
Menghembuskan layar bahteraku
Menantang gelombang, menghempaskan badai
Dalam mengarungi lembaran kehidupan ini
Dengan senyummu tataplah kemenanganku
Mengukir di atas awan yang gelap ...

( kupersembahkan Puisi  ini untuk mu Ibu
dari Ananda I Nyoman Londen )




Buah Pikir I Nyoman Londen


BUAH PIKIR
I NYOMAN LONDEN




B = Berani
U = Ulet
A = Arif
H = Harmonis

P = Pikir
I = Inspirasi
K = Kebulatan
I = Ikatan
R = Rasional

Londen With Friend & Family

Kesahajaan I Nyoman Londen bersama teman, sahabat,kerabat dan keluarga 

Menengal Lebih Dekat I Nyoman Londen

Mengenal I Nyoman Londen Ingat Burger…..Ingat I Nyoman Londen…!!

Nama Edola Burger mungkin sudah sangat akrab ditelinga kita, dan mungkin Anda juga merupakan pelanggan setia Burger yang rasanya mantap, lezat, bergizi dan berharga murah namun bukan murahan. Tapi tahukah anda, setiap dibalik kesuksesan bisnis EDOLA BURGER yang hanya dalam waktu 1,5 tahun sudah mencapai 450 Gerai dan hingga saat ini sudah mencapai 700 lebih Gerai yang sudah menyebar di seluruh Indonesia. Fantastissss…!!! Yah, dialah I Nyoman Londen atau biasa di panggil dengan LONDEN, ya Nyoman Londen. Beberapa tahun yang lalu mungkin tidak banyak yang tahu siapa itu I Nyoman Londen…?Namun, dalam 1 tahun belakangan ini I Nyoman Londen terasa begitu akrab ditelinga kita. Media masa beramai-ramai meliput dan memberitakan kisah perjalanan suksesnya. Dan bahkan dalam 1 tahun belakangan ini I nyoman Londen yang berpendidikan S3 yaitu : SD, SMP, dan SMA, banyak tampil sebagai Trainer dan Native Speaker/ Pembicara dalam pelatihan dan semnar-seminar baik di perusahaan maupun di di dunia pendidikan baik Perguruan Tinggi maupun Sekolah Menengah dengan bertemakan pendidikan, bisnis dan kewirausahaan.

Sungguh fantastis dan luar biasa, seorang I Nyoman Londen yang dulunya “hanya” seorang kernet Omprengan jurusan Cililitan – Pulo Gadung – Kampung Melayu, kini berubah total menjadi Raja Burger beromset Ratusan Juta Rupiah. Selain sebagai Pengusaha, trainer, dan native speaker, I Nyoman Londen juga menjadi seorang Penulis yang hingga saat ini menghasilakn 6 buah Buku. Buku yang pertama berjudul “ Siapa Berani Jadi Pengusaha Modal kecil Untung Besar “, yang kedua berjudul “ Virus Anti Gagal, Inspirasi Bisnis Ala Londen yang di launching pada tanggal 22 Desember 2006 yang bertepatan pada hari Ibu”, yang ketiga berjudul “ Orang ‘Bodoh’ Lebih Cepat Sukses “, yang keempat berjudul “ Percuma Berbisnis Kalau Keluarga Berantakan “. ………………………. Semua Buku ini terbitan dari Elex Media Komputindo Gramedia, dan 1 Buku Terbitan Sagraf Publishing yang Berjudul “ Mengintip Rahasia Sukses 17 Pengusaha Bermodal Tekad “. Semua buku ini sukses dipasarkan dan masuk kategori Best Seller. Kesuksesan I Nyoman Londen adalah hasil dari proses perjuangan panjang yang telah dilakoninya sejak kecil dan bukanlah sebuah kebetulan dan bukan pula sesuatu yang datang secara tiba-tiba. I Nyoman Londen adalah bukti bahwa siapapun orangnya, apapun latar belakang kehidupannya pintu sukses tetap terbuka.

I Nyoman Londen adalah putra asli Pulau Dewata Bali, tepatnya berasal dari Desa Batur, yang terletak di daerah Kintamani. I Nyoman Londen terlahir dari keluarga yang sangat sederhana dan bahkan sempat mendapati julukan sebagai paling “miskin” didesanya. Sejak kecil, I Nyoman Londen memang sudah dididik dan terbiasa dengan kehidupan yang mandiri. Maklum, sejak umur 5 tahun I Nyoman Londen sudah tidak mendapatkan belaian kasih sayang ayahnya yang meninggal dunia pada tahun 1968. Praktis setelah itu sang ibulah yang mengambil peran sebagai ibu rumah tangga sekaligus penopang kehidupan keluarganya. Untunglah I Nyoman Londen dan ke-5 saudaranya tidak termasuk anak-anak manja yang menyusahkan orang tuanya. Melihat kesulitan dan kesusahan orang tuanya, I Nyoman Londen dan saudaranya tidak mau berpangku tangan. Mereka bekerja apa saja untuk bisa membantu ekonomi keluarganya. Kesulitan dan himpitan ekonomi itulah yang akhirnya membuat jiwa kemandirian I Nyoman Londen terbentuk sejak kecil. Di usianya yang baru 5 tahun, I Nyoman Londen “terpaksa” harus mencari uang sendiri untuk memenuhi kebutuhannya.

Pengalaman pertamanya adalah ketika pada suatu hari di ajak Pak Mangku Keji seorang tukang obat dari Kintamani untuk membantu berjualan Obat di Pure Jati, Danau Batur yang berjarak sekitar 8 km dari rumahnya. Memang pada saat itu I Nyoman Londen hanya mendapatkan upah ala kadarnya. Namun dari pengalaman pertama itulah jiwa bisnis I Nyoman Londen mulai muncul. Terbukti dimasa-masa selanjutnya kehidupan I Nyoman Londen tidak pernah berhenti dari bisnis ke bisnis walaupun dalam lingkup yang kecil. Keadaan ekonomi keluarga yang sulit, tidak menyurutkan semangat I Nyoman Londen untuk tetap bersekolah. Tekadnya sudah bulat ingin menjadi orang sukses yang bisa mengangkat harkat dan martabat keluargamya. Untuk membantu memenuhui kebutuhan sekolahnya, Londen kecilmengerjakan apa saja yang mendatangkan uang. Berjualan onde-onde, es Loly,membantu teman-temannya di sekolah untuk mengerjakan PR ( Pekerjaan Rumah/ tugas dari sekolah ).hingga menjadi “petugas” penarik iuran listrik dan air pun dilakoninya selama bersekolah di bangku SD/SMP Kintamani. Tanpa ada rasa canggung dan malu, I Nyoman Londen selalu berangkat ke sekolah dengan membawa dua tas sekaligus. Tas yang pertama berisi “ perlengkapan sekolah” dan tas yang kedua berisi “Barang-Barang Dagangan “

Dengan hasil kerjanya itu, I Nyoman Londen bisa meringankan beban ibunya yang sudah sangat kewalahan membiayai sekolah anak-anaknya. Ketika duduk di bangku SMA, I Nyoman Londen bekerja menjadi tukang Bakpau keliling di daerah Singaraja. Dan aktifitas sekolah sambil bekerja itu dilakukan I Nyoman Londen hingga lulus SMA pada tahun 1984. Setelah lulus dari SMAN I Singaraja. Obsesi sukses INyoman Londen makin kuat. “ saya harus sukses…Saya harus menjadi Orang Besar, oleh karena itu saya harus merantau ke Jakarta”. Demikian yang ada dalam benak I Nyoman Londen waktu itu. Tekadnya sudah bulat dan tekad itu di wujudkannya dengan meninggalkan kampong halamannya pada tahun 1984. Untuk mengejar Obsesi dan mimpinya itu, I Nyoman Londen terpaksa harus meninggalkan ibu yang sangat di contain dan juga meninggalkan keluarganya pada saat usianya 20 tahun. “Kalau miskin di kampong sendiri akan dicemooh orang, tapi kalau menjadi gembel di Jakarta tidak ada yang tahu dan mempersoalkan “. Kata I Nyoman Londen sambil tertawa.

Hanya ada satu yang menjadi tekad I Nyoman Londen pergi ke Jakarta, yaitu CARI KERJA dan SUKSES…!!! Bayangan kesuksesan pun selalu ada di pelupuk matanya. Kisah-kisah orang daerah yang sukses di Jakarta membuat semangatnya menyala-nyala. Namun ternyata, kehidupan di Jakarta sangat jauh dari yang dibayangkannya. Untung saja I Nyoman Londen sudah terbiasa dengan kehidupan yang serba sulit dan biasa hidup mandiri sehingga I Nyoman Londen tidak terlalu kaget dengan pekerjaan-pekerjaan kasar yang hanya membutuhkan kekuatan fisik. Kehidupan di Jakarta dimulai dengan menumpang di rumah pamannya di daerah Pasar Minggu Jakarta. I Nyoman Londen bukan tipe yang mau menyusahkan orang lain walaupun itu pamannya sendiri. Ketika menumpang tidur di rumah pamannya, I Nyoman Londen bekerja apa saja yuang menghasilkan uang. Menjadi penjaga kebun, tukang cuci mobil hingga ,menjadi supir angkutan pun dijalaninyab dengan penuh semangat. Setelah memiliki penghasilan sendir ( walaupun tidak seberapa). I Nyoman Londen akhirnya memutuskan untuk mencari tempat tinggal sendiri (kos) dan tidakagi menumpang dirumah pamannya. Sambil terus bekerja , I Nyoman Londenpun tak bosen-bosenya mencari kerja. Namun keberuntungan belum berpihak pada dirinya. Pekerjaan yang didapatkannya pung tidak pernah sesuai dengan harapannya. Akhirnya pekerjaan sebagai kernet Omprenganpun dijalaninya.
Ada sebuah kisah yang sangat membekas dihati I Nyoman Londen. Ketika I Nyoman Londen sedang menarik angkotnya pada dini hari bersama kernetnya, ada tiga orang Bencong yang menyrtop untuk naik angkotnya. Tanpa rasa curiga, diangkutlah ketiga bencong itu. Eh, bencong – bencong yan tadinya terlihat lemah gemulai itu menjadi ganas dan kasar. Sambil menodongkan pisau ke leher I Nyoman Londen dan kernetnya. Mereka meminta seluruh uang yang ada. Akhirnya, dini hari yang malang itu uang setoran angkot dan hasil kerjanya semalam suntuk amblas dibawa lari ketiga bencong tersebut. “sampai sekarang saya jadi trauma melihat bencong”. Kata I Nyoman Londen sambil menerawang dan teringat kejadian itu. Tahun 1985- 1986 I Nyoman Londen bekerja disalah satu percetakan penerbit buku Ganeca Exact Bandung, sebagai staff Marketing / pemasaran. Karena ingin mencari suasana dan pengalaman yang baru pada tahun 1986, I Nyoman Londen pun bekerja disebuah perusahaan air mineral yang ternama yaitu Aqua. Karena prestasi dedikasi dan loyalitasnya maka I Nyoman Londen pun cepat menanjak.
Beberapa posisi pentingpun sempat dijabatnya. Sejak saat itulah pergaulan dan relasi I Nyoman Londen makin luas, sampai pada akhirnya I Nyoman Londen menemukan jodoh dan menikah dengan Ketut Wiriani, pada tahun 1991. Setelah menikah dan dikaruniai tiga orang anak, anak pertama bernama : Luh Putu Vira Cintya Dewi, anak kedua bernama : I Made Deno Kardika Putra, dan anak keriga bernama :Ni Nyoman Desia Cantika Dewi. Akhirnya I Nyoman Londen kembali menetap di Bali dan menjalankan beberapa bisnisnya. Bisnis Toko Sepeda “ Sinar Cintya “ yang terkenal di Denpasar dan sekitarnya, bisnis jual beli Mobil bekas yang diberi nama “ Deno Motor” sampai mencapai 114 unit Mobil Bekas yang sudah terjual hingga mendirikan Studio rekaman pun dilakukannya. Namun karena bisnis yang dijalaninya tidak dikelola dengan manajemen yang baik dan tidak focus maka lambat laun bisnisnya pun mengalami kerugian dan kemudian gulung tikar.
Hingga terjadilah suatu kisah dimana seorang I Nyoman Londen bisa membuka usaha burger sendiri dengan nama “ EDOLA BURGER”. Pada tahun 2003 beliau kembali lagi berangkat ke Jakarta dan langsung berinisiatif mencari tempat tinggal sendiri yaitu mengontrak di sebuah Ruko di daerah Pondok Gede Jakarta Timur. Alkisah pada suatu hari beliau dikunjungi seorang teman lamanya yang berasal dari Bandung. Beliau langsung di ajak untuk makan bersama di sebuah Restaurant Burger terkemuka yang sudah pasti mahal. Beliau sedikit pusing dibuatnya…karena beliau fikir, beliau tidak akan mampu untuk membayarnya, tapi untunglah temannya langsung berkata “ Tenanglah…Kau cepat makan burger itu, tidak enak kalau sudah dingin, pokoknya semuanya aku yang traktir”. Tegas temannya. Maka legalah beliau mendengar pernyataan temannya itu. Setelah beberapa lama beliau tetap tidak menyantap hidangan atau burger itu. Sepertinya ada sesuatu yang mengganjal difikirannya. Ternyata Beliau sedang memikirkannya dan menjadi sebuah pertnyaan besar dalam dirinya. “ Aneh…kok bisa mahal sekali makanan seperti ini…? Padahal kan Cuma daging kejepit roti aj “. Mulailah Beliau menggali kepekaan intuisinya. Setelah difikir-fikir, beliau berkata dalm hati. “ Ini memang makanan yang berkalori tinggi, dan bergizi tinggi, bayangkan ada rotinya, ada dagingnya, dan sayuranya pun ada seperti timun dan selada,,tapi kok bisa mahal ya…??? ”kasihan sekali bagi orang yang kadar ekonominya menengah kebawah, pasti mereka ingin juga bisa merasakannya, tapi tidak mampu untuk membelinya”.
Dari situlah beliau dapat menyimpulkan dan menemukan jawaban dari intuisinya. “Roti kita punya, daging kita punya, sayuran apalagi yang sudah jelas Negara Indonesia ini kaya dengan berbagai macam tumbuhan dan hasil kebunnya”. Seperti sepenggal lirik dari grup band Indonesia Koes Plus…”Tanah Kita Tanah Surga, Tongkat dan Kayu Jadi Tanaman”. Akhirnya tertanam niat tulus I Nyoman Londen bahwa beliau ingin berbagi rasa kepada masyarakat lapisan bawah. Beliau yakin mereka juga ingin merasakan dan mencicipi makanan yang seperti ini, tetapi mereka tidak mampu membelinya. di lain sisi beliau juga merasakan bahwa ini bisa menjadi peluang bisnis yang bagus sekaligus menyehatkan. Pendek cerita akhirnya beliaupun membuka usaha burger sendiri dengan nama “EDOLA BURGER” yang rasanya mantap dan bergizi tinggi, harga yang sangat murah dan tentunya bisa terjangkau poleh semua lapisan masyarakat.

PERJALANAN SUKSES SANG RAJA BURGER
Edola Burger diresmikan pada hari Jumat, 20 Mei 2005, bertepatan dengan Bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional, dan ini memang sudah direncanakan untuk menggunakan semangat kebngkitan sebagai sebuah semangat yanag baruatas lahirnya usaha yang baru. Acara ini diselenggarakan di Singgasana Ball Room Lt. 2 Hotel Grand Menteng Jakarta. Hasilnya sungguh luar biasa, begitu acara peresmian selesai ada 20 orang yang langsung menjadi mitra bisnis Edola Burger.I Nyoman Londen sengaja menciptakan Edola Burger sebagai sebuah bisnis dengan konsep kemitraan. Siapapun boleh membuka usaha burger dengan nama EDOLA yang terpenting adalah harus memenuhi beberapa persyaratan yang telahditentukan. Syaratnya tidak sulit hanya dengan mengeluarkan modal 3 juta untuk wilayah Jakarta dan 4-5 juta di luar wilayah Jakarta. Mempunyai lokasi berjualan, dan menggunakan produk dari EDOLA agar rasanya mantap dan bergizi serta berstandart di seluruh cabang di Indonesia, masyarakat sudah bisa membuka gerai EDOLA BURGER. Dengan cara ini I Nyoman Londen memberikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin menjadi pengusaha dengan cara yang praktis, dan dengan modal yang kecil. Dengan menggunakan moto : “ Modal Kecil – Untung Besar”. Benar-0benar telah memberikan inspirasi dan motivasi banyak orang untuk berwirausaha. Oleh karena itu, tidak heran jika dalam waktu kurang dari 3 bulan Gerai EDOLA BURGER langsungmelesat menjadi 150 gerai tersebar di beberpa tempat di Jawa, dan Luar Pulau Jawa. Di penghujung 2006, gerai EDOLA BURGER sudah mencapai angka 450 gerai. Dan hingga sekarang sudah mencapai 700 gerai lebih. Sungguh Fantastis…!!!!!
Keberhasilan Nyoman Londen dalam membangun “Kerajaan” bisnisnya tak lepas dari komitmennya yang kuat dalam menciptakan cita rasa baru pada produk-produknya. Disamping peningkatan kualitas sumber daya manusia dan peningkatan pelayanan kepada konsumen juga selalu ditekankannya. Keberhasilan bisnis I Nyoman Londen tak lepas dari restu ibunya, dukungan istridan anak-anaknya, support dari saudara-saudaranyadan dari relasinya yang makin hari makin bertambah luas. Keberadaan bisnis I Nyoman Londen semakin menjadi tatkala Nyoman Londen aktif menggelar seminar Roadshow di 12 kota dengan tema “Siapa Berani Menjadi Entrepeneur”. Tidak tanggung-tanggung si Raja Kuis Helmy Yahya menjadi partnernya sebagai pembicara. Alhasil kolaborasi unik antara Raja Burger dengan Raja Kuis pun terjadi. Seminar-seminar yang dapat memberikan semangat dan motivasi berwirausaha di berbagai kampus di Indonesia, trainer/mentor di Entrepeneur University-nya Purdi E. Chandra, memeberikan pelatihan di Bank BNI mengenai persiapan Purna Bhakti, Bulog, Bank Indonesia, Semen Padang. Sampai saat ini beliau sudah sering di undang sebagai dosen tamu, yang kini sudah 24 kampus diseluruh Indonesia. Diantaranya : Universitas Indonesia (UI), Institut Tekhnologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Sumatra Utara (USU), Universitas Jendral Sudirman (USUD), Trisakti, Bina Sarana Informatika (BSI), Institut Bisnis Informatika Indonesia (IBII) dan lain-lain. Dan yang lebih menarik belakangan ini beliau sering berduet dengan Bob Sadino ( Begawan Entrepeneur ). Dan itu semua membuat bisnis INyoman londen pun makin berkembang dan cepat dikenal masyarakat luas.
KIAT-KIAT BISNIS ALA I NYOMAN LONDEN
Lika liku I Nyoman Londen memang diwarnai dengan berbagai macam persoalan. Namun justru dari banyaknya persoalan yang dihadapi, telah memberikan banyak inspirasi kepada I Nyoman Londen yang selalu tampil bersahaja ini. Ide dan gagasannya selalu muncul secara spontan ketika I Nyoman Londen tampil sebagai pembicara seminar atau menghadapi pertanyaan dari wartawan yang sering mewawancarainya.Karena kelegusan, keluguan kelucuan sekaligus kemampuan I Nyoman Londen memberikan motivasi dan semangat, membuat sosok pribadinya di sukai oleh wartawan, mitra dan orang-orang yang kenal dengannya. Bagi I Nyoman Londen ukuran sukses bukan di lihat dari beberapa jumlah gerai yang bisa di kembangkannya, namun bagaimana bisnisnya ini membawa manfaat bagi orang banyak.”Sukses harus di nilai oleh orang lain, dan bukan oleh diri kita sendiri”. Demikian yang selalu di tekankan oleh I Nyoman Londen. Kesukesesan bisnis I Nyoman Londen beserta peluang usaha yang di tawarkan memang menjawab kebutuhan masyarakat. Kemampuan I Nyoman Londen memotivasi dan menginspirasi orang melalui seminar-seminar, pelatihan dan obrolan santai menjadi sebuah daya tarik tersendiri. Ada tiga kunci kesuksesan hidup yang selalu di sampaikannya di dalam setiap waktu, yaitu selalu berpikir yang baik dan benar, selalu berkata yang baik dan benar selalu berbuat baik dan benar.
Bukan hanya itu I Nyoman Londen pun memilki rahasia sukses dalam menjalankan bisnisnya. Yaitu G.I.G.I.H (Gagasan, Input, Gerakan, Ibadah, Hati). SAGIKUR (Sabar, Gigih dan Bersyukur). Kejar DUIT dan jangan cari UANG (Do’amu, Usahamu, ihklasmu, Taqwamu). Itu DUIT. (Untuk Apa Neraka Gila) Itu UANG. Semua itu tidak terlepas dari PILKAWAT (Pikiran Yang Lurus, Perkataan Yang Baik dan Benar, Perbuatan Yang Mulia).
I Nyoman Londen juga tidak pernah Apriori dengan orang-orang gagal yang menemui dan memintah saran serta nasehatnya. Bagi I Nyoman Londen, “ Menilai Orang bukan dari tingkat Kesuksesan yang di capai, namun dari beberapa hebatnya dia bangkit dari kegagalan dan keterpurukan yang menderanya “. Sunggu sebuah kata-kata bijak yang patut kita teladani bersama. I Nyoman Londen masih memilikih PR dan Tugas Besar yang harus diselesaikannya. Yaitu menginspirasi banyak orang untuk menjadi pengusaha atau entrepreneur suskes agar Bangsa Indonesia ini bisa bangkit dari keterpurukan. Mari kita Bergandengan Tangan Bersama, karena “BERSAMA PASTI KITA BISA…!!! EDOLA BURGER, Bukan Memberi Janji Tetapi Memberi BUKTI.

Jika anda ingin menjadi MITRA USAHA EDOLA BURGER, mengundang seminar Sebagai Speaker, Trainer, Auther, Motivator dan Konsultasi Bisnis atau ingin berkenalan lansung dengan I Nyoman Londen, Si Raja Burger
(Mr. LONDEN GIGIH)

Silakan Hubungi :
PT. EMPAT WARNA KOMUNIKASI
Jl. Nusa Kambangan No.234 Denpasar 80113 - Bali
Telp / Facs : 0361 265105 | 8612666
Mr. I Nyoman Londen : 0818154595
Contact Manager : Nana : 087838383288

Mari Sharing di Twitter dan FB saya

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More